Secara umum, drum adalah alat musik tertua di dunia. Usia drum itu sendiri sudah setua sejarah peradaban manusia. Bentuk drum yang paling primitif adalah dalam bentuk kayu besar dan panjang yang dibuat lubang memanjang pada bagian tengahnya agar dapat menghasilkan suara. Cara memukul alat ini adalah dengan menggunakan alu, yakni stick yang besar dan panjang. Alat ini dinamakan "log drum".

 
File:TamTam.jpg
Log Drum yang sedang dimainkan


 Pada perkembangan selanjutnya, drum mulai dibuat dengan menggunakan kayu gelondongan yang dibuat lubang pada bagian dalamnya, dan di bagian atasnya dipasang kulit hewan untuk menghasilkan resonansi suara pada saat ditabuh. Alat musik seperti ini disebut dengan istilah "peg drum". Masyarakat Afrika adalah orang pertama yang menggunakan alat musik yang ditabuh pada zaman purba. Pengertian drum di sini adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh.


Peg Drum dari Afrika


 Pada periode ini drum digunakan hanya sebagai alat untuk berkomunikasi dengan masyarakat suku-suku primitif di zaman purba, ataupun digunakan untuk upacara-upacara adat. Di benua Afrika banyak sekali ditemukan fosil-fosil drum purbakala.
 
Drum set modern mulai tercipta pada tahun 1890-an dan dikembangkan oleh orang- orang Afrika-Amerika di Amerika Selatan. Ketika itu grup-grup band memainkan drumnya sambil berdiri dan dimainkan dalam bentuk parade dan berkeliling di jalanan kota. Saat itu perangkat drum belum disusun dalam satu kesatuan, tetapi masih terpisah- pisah dan satu alat dimainkan oleh satu orang. Semisal snare drum dimainkan satu orang, bass drum dimainkan satu orang, begitu pula cymbal dimainkan oleh satu orang dengan cara mengadu dua buah cymbal. Grup musik keliling ini mirip dengan marching band yang jamak kita jumpai saat ini. Mereka memainkan trombone dan trumpet di dalamnya. Grup musik seperti ini banyak terdapat di daerah New Orleans dan terbentuk secara tradisional.


Grup Jazz era 1900-an



 Pada perkembangan selanjutnya, tahun 1909 ditemukan sistem pedal untuk membunyikan bass drum. Penemu sistem ini adalah Ludwig bersaudara, yakni William Ludwig dan Theodor Ludwig. Pada saat itu diameter bass drum sangat besar, yakni 26" hingga 30". Drum set ini dilengkapi dengan roda pada bagian bawah bass drum, sehingga perangkat drum dapat digeser dengan mudah. Selain itu ditemukan pula cymbal untuk hi- hat, namun belum menggunakan stand. Hi-hat hanya diletakkan di lantai dan dibunyikan dengan cara diinjak dengan kaki kiri. Sebenarnya cymbal sudah diproduksi dan dipakai pada abad ke-16 oleh orang-orang Turki dan Arab. Hanya saja penggunaannya belum dalam bentuk perangkat drum.


Picture
Drum set tempo dulu tahun 1910-an






Picture
Drum set milik Roy Knapp








Pada periode 1930-an, perangkat drum yang sebelumnya hanya terdiri dari snare drum dan bass drum saja, kini mulai ditambah dengan variasi lain seperti tom-tom, woodblock, cowbell dan tambourine yang semuanya itu dipasang di atas bass drum. Pada tahun 1926, hi-hat sudah mulai dipasang pada stand khusus dan tidak lagi diletakkan di lantai, namun cara memainkannya tetap diinjak dengan kaki kiri.

Papa Jo Jones 1930's



Standar drum set pada saat awal perkembangannya terdiri dari bass drum 26" atau 28", snare drum 14", tom-tom, hi-hat (tanpa stand) dan cymbal yang terpasang di atas bass drum. Head drum pun masih terbuat dari kulit hewan. Jenis musik yang dimainkan saat itu adalah Dixieland, Foxtrot, Ragtime. Lalu pada 1930-an mulai berkembang jenis musik Jazz. Kemudian pada 1940-an lahir jenis musik Swing. Drummer-Drummer yang terkenal pada era 1920 - 1940-an adalah Gene Krupa, Louie Bellson, Papa Jo Jones, Roy Knapp dan Buddy Rich.


Gene Krupa 1950's


 Pada awal 1940-an, cymbal sudah tidak lagi dipasang di atas bass drum lagi, tetapi sudah memakai stand sendiri. Saat itu pula ditemukan jenis-jenis cymbal seperti ride, crash dan hi-hat. Perusahaan pelopor pembuat drum yang masih aktif sampai saat ini adalah Premier (Inggris) dan Ludwig (Amerika).


Ringo Starr 1960's


Pada dekade 1950-an head drum sudah berevolusi ke bahan sintetis yang tidak akan terpengaruh oleh perubahan suhu udara. Pada pertengahan 1950-an mulai lahir jenis musik Rock & Roll. Drum set standar pada masa ini adalah terdiri dari bass drum 24", snare drum 14", tom 12", floor tom 14" atau 16", hi-hat, crash cymbal dan ride cymbal. Drummer yang beken pada masa ini adalah Ringo Starr (The Beatles). Pada akhir 1960-an era musik hard rock mulai tumbuh. Evolusi drum set lagi-lagi terjadi. Banyak drummer rock menambahkan variasi perangkat drum seperti tom dari ukuran 6", 8", 10", sampai yang terbesar berukuran 18". Perkembangan juga terjadi pada cymbal dengan munculnya jenis cymbal yang variatif seperti China, Splash, Gong, dan lain-lain. 
Neil Peart 1970's

Grup-grup band pun banyak bermunculan dengan mengusung aliran rock seperti Rush, Led Zeppelin, The Rolling Stones. Drummer yang beken di masa itu antara lain adalah Neil Peart (Rush), John Bonham (Led Zeppelin), Ian Paice (Deep) Purple). Lalu tahun 1980 hingga 1990-an perkembangan musik rock semakin mendunia. Inipun ditandai dengan berdirinya band-band cadas dengan drummer rock diantaranya Lars Ulrich (Metallica), Dennis Chambers, Virgil Donati, Matt Sorum, Mike Portnoy, Terry Bozzio, dan masih banyak lainnya.
Electric drum



Pada tahun 1980-an mulai ditemukan drum elektronik dan penggunaan teknologi trigger. Pada akhir dekade 1980 mulai ditemukan sistem double pedal, yaitu pedal bass drum untuk kaki kanan dan kiri dengan pemukul dua buah yang memungkinkan drummer memainkan bass drum secara double dengan tetap menggunakan satu buah bass drum. Dewasa ini teknologi drum sudah semakin berkembang pesat, antara lain digunakannya teknologi digital drum yang canggih.