20 May 2015

Assalaamu 'alaikum wr. wb.

Jumpa lagi dengan saya, Andi Nuril Putra, admin sekaligus instruktur di Les Drum Malang. Setelah sekian lama saya tidak memposting artikel di blog ini, kali ini saya akan membahas tentang niat dan kemauan kita untuk bisa bermain drum.

Hampir empat tahun lamanya saya menjadi pembimbing bagi teman-teman yang ingin belajar drum. Beberapa dari mereka ada yang masih belum bisa apa-apa, ada juga yang sudah menguasai teknik dasar. Pada awal masuk les, setiap murid selalu saya kasih selembar formulir biodata yang wajib mereka isi. Pada salah satu bagian di formulir itu, saya cantumkan pertanyaan tentang motif apa yang melatarbelakangi mereka mendaftar les drum.

Dari apa yang mereka isikan, sedikit banyak akan tercermin dalam perjalanan mereka saat sudah les drum. Sebagian mendaftar les karena ingin mengejar target atau hanya untuk mengisi waktu luang, sementara sebagian yang lain mengaku ingin benar-benar menguasai teknik bermain drum yang benar.

Bagi mereka yang benar-benar serius, pasti akan terlihat ketekunan dan semangat pantang menyerah. Dan bagi mereka yang sejak awal niatnya kurang kuat, mereka tidak akan tahan lama mengikuti setiap sesi les drum ini.

Ya memang, kepuasan seseorang itu bermacam-macam. Pun untuk klasifikasi keberhasilan belajar bermain drum itu juga macam-macam. Ada yang sudah cukup dengan mempelajari teknik dasar saja, karena sudah merasa puas dengan pencapaiannya. Lalu ada pula yang senantiasa ingin berkembang lebih dengan rasa keingintahuan yang cukup besar serta semangat dan kesukaan terhadap alat musik drum ini.

Nah, lalu apa kesimpulannya?

Pasti kalian sering melihat atau mendengar kalimat penyemangat berbunyi: Tuntutlah Ilmu Setinggi Langit atau Carilah Ilmu Sampai Ke Negeri China. Nah, jelas sudah itu bermakna kalau kita belajar atau menimba ilmu itu jangan setengah-setengah. Kalau dari awal berniat belajar bermain drum, ya tuntaskan hingga seluruh ilmunya kalian dapatkan.

Lebih baik belajar lama tapi tuntas, daripada belajar sebentar tapi tidak dapat apa-apa, itulah kerugian yang sesungguhnya.

Baiklah, sekian tulisan ini saya akhiri. Mudah-mudahan bermanfaat. Tetap semangat, sob!

Posted on Wednesday, May 20, 2015 by les drum malang

No comments

14 May 2014

Pada dasarnya belajar alat musik tidaklah rumit asal ada kemauan yang kuat. Sekarang sudah banyak media pembelajaran yang mudah dan efisien yang dapat membantu kita untuk mempelajari hal apapun. Media informasi elektronik alias internet sudah semakin populer dan jamak diakses bahkan oleh anak yang baru masuk Sekolah Dasar.

Nah, pada kesempatan kali ini, Les Drum Malang akan membahas tentang pentingnya peran seorang guru dalam mengajarkan bermain musik, dalam hal ini adalah instrumen drum. Sebenarnya tanpa pendamping pun, teman-teman juga bisa belajar drum secara otodidak. Bisa dengan melihat video tutorial yang sudah semakin menjamur dewasa ini. Namun mengapa tetap saja seseorang menghubungi instruktur musik jika ia ingin belajar sebuah alat musik?

Di sinilah pokok pembahasannya, apabila teman-teman sudah mampu mengaplikasikan teknik belajar drum berkat melihat video tutorial, teman-teman pasti masih merasa butuh adanya orang lain yang lebih mahir dalam hal yang sedang teman-teman pelajari. Butuh adanya arahan langsung dan orang yang dapat langsung memberikan contoh cara memainkan teknik dan teori yang telah teman-teman dapatkan dari video tutorial. Kalian pasti butuh orang yang mampu mengingatkan, membimbing, memberi semangat, membetulkan jika kalian melakukan kesalahan dalam belajar.

Peran guru memang tak bisa dianggap remeh. Ia bertugas menjadikan seseorang dari belum tahu menjadi tahu, dari belum bisa menjadi bisa, dari belum paham menjadi paham. Tidak ada istilah terlambat belajar. yang ada hanya orang yang rajin dan malas. Ayo tetap semangat teman-teman!


Posted on Wednesday, May 14, 2014 by les drum malang

1 comment

24 July 2013

Bukan maksud mendompleng nama besar Gilang Ramadhan, bahkan saya sendiri juga mengidolakan beliau, tapi ini hanyalah kiasan yang bertujuan untuk menambah motivasi kita dalam meningkatkan skill bermain drum.

Sesuai dgn judul artikel ini, memang belajar memainkan drum tidaklah mudah. Perlu proses yang panjang dan ketekunan. Rajin berlatih, tidak malu bertanya dan belajar kepada yang lebih mahir, menganggap diri kita masih banyak kekurangan sehingga kita giat untuk terus menambah ilmu.







Ada beberapa orang yang pernah bertanya kepada saya perihal kiat-kiat belajar drum bagi pemula atau yang masih awam terhadap drum. Mereka banyak beranggapan bahwa akan sulit berkembang bila tidak memiliki drum sendiri. Sebuah anggapan yang bisa benar dan bisa pula salah. Karena faktanya, tidak sedikit pula drummer besar yang awalnya tidak punya drum atau yang baru bisa memainkan drum saat usianya sudah belasan tahun. .
Dianggap benar, karena bermain drum tanpa ada alatnya memang sedikit banyak berpengaruh terhadap perkembangan keterampilan drummer secara keseluruhan. Misalkan dia ingin berlatih menginjak pedal bass-drum dengan tempo sekian, maka jika tidak ada alatnya juga akan menghambat proses belajarnya. Namun, musisi haruslah kreatif. Musisi itu kuat dan inovatif.

Menginjak pedal yang terpenting adalah memaksimalkan fungsi otot kaki. Jadi bila tak ada bass-drum untuk berlatih, Anda tetap bisa menggerakkan kaki selayakkan memainkan pedal bass-drum.

Nah, bagaimana pula jika ingin melatih otot tangan tanpa adanya perangkat drum? Ini praktiknya malah lebih mudah. Anda tinggal melakukan latihan sticking seperti yang sudah diajarkan oleh instruktur Anda. Media sticking, seperti yang sudah banyak dijelaskan di berbagai kesempatan, Anda dapat menggunakan drumpad karet, karpet biasa yang diletakkan di lantai, atau yang lebih ekstrim Anda dapat memukul-mukul kulit paha Anda bagian ujung , , hehe . . .

Intinya, materi yang Anda dapat dari les privat drum tidak akan berguna jika Anda tidak mempelajari kembali saat di luar waktu les. Durasi les privat yang sangat terbatas haruslah dimanfaatkan semaksimal mungkin. Anda sebagai drummer dianugerahi fisik yang sempurna, tulang dan otot tangan maupun kaki yang masih utuh tanpa cacat, semua itu adalah senjata kita para drummer.

Selama kita menggerakkan tangan dan kaki kita secara terpola dan dengan kontinuitas, maka yang terjadi adalah kelenturan dan keluwesan otot-otot motorik kita. Menjadi drummer besar mencerminkan kerja keras. Mustahil menjadi hebat jika tanpa kerja keras. Memilih menjadi drummer, maka tugasnya adalah meningkatkan dan mempertahankan performa terbaik dengan cara berlatih setiap hari, terus menambah ilmu dan selalu menjaga kondisi fisik.

Jadi, buat drummer yang sudah memiliki drum, bersyukurlah, arena masih banyak drummer berbakat yang belum seberuntung kalian.

Posted on Wednesday, July 24, 2013 by les drum malang

No comments

Pada artikel kali ini, saya akan membahas tentang hal yang saat ini jamak terjadi di masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas. Ini menyoal tentang banyaknya orang tua yang mendaftarkan putra-putrinya untuk kursus musik pada usia dini.

Sangatlah bagus apabila memang anak-anak yang meminta atau menginginkan dirinya untuk mendapatkan bimbingan privat musik. Apalagi jika orang tua antusias mendukung, karena bakat putra-putri kita memang harus kita dukung agar tidak sia-sia. Namun ada pula anak-anak yang pada usia dini tidak menunjukkan tanda-tanda dirinya punya ketertarikan kepada musik.

Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan apa yang mereka lihat dan dengarkan dalam kehidupannya. Peran orang tua juga turut mempengaruhi tumbuh kembang dan kesukaan anaknya. Bila ayah suka menonton pertunjukan musik di rumah dan disaksikan pula oleh anak-anak, maka dari situ anak-anak pun akan mulai punya rasa keingintahuan atas apa yang sedang ayahnya tonton. Begitu pula bila ayah suka memainkan alat musik tertentu, pasti anak-anak pun akan penasaran dan tertarik ingin bermain seperti apa yang dilihatnya. Pada dasarnya usia dini anak adalah masa yang sangat produktif untuk mengasah bakat-bakat yang dimiliki sang buah hati.



Yang terjadi kadang adalah ketidakmampuan orang tua dalam mengarahkan potensi-potensi dari buah hatinya. Anak-anak punya keinginan terpendam yang kadang tak terjamah oleh perhatian para orang tua karena kesibukan mereka yang lebih sering di luar rumah. Lalu secara instan orang tua berusaha mengatur dan membentuk kepribadian ataupun minat anak seperti apa yang mereka inginkan, padahal belum tentu si anak akan menyukai apa yang orang tuanya suka.

Parahnya lagi, terkadang muncul pemikiran begini: "Mengapa anak saya tidak tertarik kepada musik, padahal saya penyuka musik?" Atau pandangan yang salah karena terpengaruh oleh lingkungan, semisal muncul anggapan bahwa anak-anak harus didaftarkan les musik, karena jika tidak, maka ia tidak akan punya ketrampilan bermusik seperti teman-temannya. Hal ini seringkali terjadi kepada anak-anak yang pernah saya bimbing privat drum.

Anak-anak yang belum terlalu suka kepada drum, tapi sekonyong-konyong diberikan pilihan seperti itu. Para orang tua tahunya adalah anak mereka sudah dileskan, dan itu pasti baik untuk perkembangannya. Belum tentu!

Segala hal jika dilakukan tidak dengan keinginan yang kuat, maka hasilnya tidak akan maksimal. Begitu pula dengan les privat musik yang belum tepat sasaran seperti yang saya contohkan tersebut. 

Ini bukan soal kemampuan finansial. Ini adalah soal mengarahkan minat anak-anak ke wadah yang tepat. Wadah yang tidak tepat akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi anak itu sendiri. Akibatnya kreativitas dapat terhambat.




Dibuka kelas les privat drum mulai murid usia 5 tahun ke atas. Jika teman-teman ada yang berminat, silakan mendaftar dengan menghubungi nomor telepon 081515910707 (Nuril).
Atau bisa langsung datang ke alamat saya di Jalan Dewandaru Dalam 17A Malang.

Posted on Wednesday, July 24, 2013 by les drum malang

No comments

16 May 2013

Bagi teman-teman yang tinggal di wilayah Malang, Jawa Timur, saya membuka pendaftaran bagi kalian yang ingin belajar ataupun memperdalam skill bermain drumnya.

Metode yang diberikan sangat fleksibel, penyampaian materi yang mudah dipahami dan diikuti lebih banyak praktik. Bimbingan les privat akan langsung ditangani oleh saya, Andi Nuril Putranto, yang sudah cukup berpengalaman menjadi pengajar. Tentunya akan diajarkan juga tentang membaca not balok dan teknik-teknik beserta aplikasinya ke dalam lagu.

Mekanisme yang ditawarkan adalah les privat drum satu guru satu murid. Jadwal mengajar terdiri dari dua paket, yakni sebagai berikut:
1) Paket standar: 4 kali pertemuan dalam 1 bulan dengan biaya Rp 400.000 per bulan
2) Paket besar: 8 kali pertemuan dalam 1 bulan dengan biaya Rp 750.000 per bulan

Pendaftaran: 100.000 (include lesson book & drumsticks)

Adapun waktu untuk satu kali pertemuan adalah 60 menit. Murid juga diberikan kelonggaran untuk menentukan sendiri jadwal lesnya. Di luar jadwal les, murid juga bisa datang ke tempat les untuk berlatih, tentunya dengan membuat perjanjian dengan saya.





Dibuka kelas les privat drum mulai murid usia 3 tahun ke atas. Jika teman-teman ada yang berminat, silakan mendaftar dengan menghubungi nomor telepon 081515910707 (Andi).
Atau bisa langsung datang ke alamat saya di Jalan Simpang Sufelir Dalam no.5 Lowokwaru Kota Malang.




Posted on Thursday, May 16, 2013 by les drum malang

No comments

15 May 2013




 
 
Belajar musik hendaknya dimulai dari umur muda, yaitu 5 - 7 tahun. Apabila tidak, anak anda akan kehilangan momentum!

Seperti yang kita ketahui, belajar musik praktek, tidak seperti belajar teori atau pelajaran sekolah. Memainkan alat musik hanya dapat dipelajari dengan baik apabila motorik dan otot tangan anak masih fleksibel dan dapat dibentuk, dan ini biasanya dimulai dari umur 5 - 7 tahun.

Dari pengalaman saya, anak yang usianya telah melampaui 13 tahun, akan agak sulit untuk belajar memainkan instrumen dengan baik karena otot dan motorik yang telah terbentuk / kaku. Maka dari itu, meskipun belajar musik dapat dilakukan juga pada umur dewasa, biasanya performa yang didapat tidak dapat melampaui bagi mereka yang belajar musik dari umur muda.



Dibuka kelas les privat drum mulai murid usia 5 tahun ke atas. Jika teman-teman ada yang berminat, silakan mendaftar dengan menghubungi nomor telepon 081515910707 (Nuril).
Atau bisa langsung datang ke alamat saya di Jalan Dewandaru Dalam 17A Malang.

Posted on Wednesday, May 15, 2013 by les drum malang

1 comment

24 February 2013


Beberapa tempat kursus musik sudah ada yang memiliki program kursus musik mulai umur balita sekalipun. Kursus musik mulai balita sebenarnya adalah bentuk perkenalan terhadap musik. Di dalamnya sebenarnya intinya adalah bernyanyi, menari, mengenal alat musik, mengenal ritme, yang pada dasarnya itu bisa kita lakukan sendiri di rumah dan dari sejak usia bayi, bahkan sejak dalam kandungan..Usia matang untuk belajar musik, menurut pengalaman saya, yang paling tepat adalah ketika memasuki usia SD. Anak sudah mulai matang pemikirannya, dapat berkonsentrasi dan duduk tenang. Bisa saja belajar musik sebelum itu, tapi tidak semua anak bisa. Apalagi anak-anak usia TK biasanya masih tergantung "mood" untuk belajar. Kalau moodnya baik..lancar. Kalau moodnya lagi bete, ya mogok. Indikator yang mudah bagi anak adalah pada saat ia mulai tertarik untuk belajar membaca. Apabila anak sudah mulai lancar membaca, maka ia mulai bisa dikursuskan musik. Mengapa demikian? Karena belajar dan kursus musik juga mengandalkan kemampuan membaca, walaupun yang dibacanya nanti adalah not balok.


Untuk ikut kursus musik, dibutuhkan ketekunan berlatih dan ketelatenan. Rasa senang/hobi dan motivasi belajar yang kuat terhadap musik akan sangat membantu keberlangsungan kursus musik. Dorongan dari orang tua terhadap anak juga menduduki posisi yang penting. Anak yang senantiasa diberi pengawasan orang tua, biasanya akan berkembang lebih baik ketimbang anak yang dilepas begitu saja, terkecuali memang anaknya mandiri dan motivasi belajarnya sudah terbentuk dengan kuat, biasanya ia akan merasa senang hati/enjoy untuk latihan tanpa harus disuruh lagi.Belajar musik di tempat kursus, waktunya terbatas sekali. Rata-rata lamanya belajar setiap pertemuan adalah 30-60 menit. Sebulan hanya 4 kali pertemuan, alias seminggu 1 kali. Sisanya adalah latihan di rumah. Latihan di rumah adalah poin yang sangat menentukan terhadap kecepatan anak menempuh tingkat demi tingkat/grade di tempat kursus musik.Apabila latihan yang dilakukannya rutin, rajin, konsisten, maka ia akan punya kemajuan yang cepat. Kemampuan bermusiknya akan bertambah dengan akselerasi yang tinggi atau minimal konsisten. Sedangkan anak yang malas belajar, malas latihan, biasanya akan menemui kesulitan. Kesulitan ini kalau tidak cepat ditangani akan berubah menjadi kebosanan, dan akhirnya mogok belajar atau berhenti.So, untuk menempuh pendidikan drum di tempat kursus musik, dengan grade/tingkatan berjumlah katakanlah 3, minimal waktu yang diperlukan adalah 3 tahun. So, orang tua harus siap dana karena kursus musik terbilang kebutuhan sekunder yang bagi kebanyakan kalangan masih bersifat memberatkan. 


Orang tua yang senantiasa mendukung bakat anaknya, mereka hendaknya siap mengantar, siap menunggu, dan mau melakukan pengawasan terhadap anaknya serta memberikan motivasi di saat semangat berlatih buah hatinya sedang drop. Namun, kini di tengah masalah sosial yang jamak dihadapi terkait soal finansial yang terang-terangan menghambat bakat bermusik sang buah hati, orang tua justru memilih bergeming. Kadangkala si anak merengek ingin bisa bermain drum karena baru saja menonton live musik di televisi, di saat itu orang tua hanya berani menjanjikan, tanpa ada realisasi dari keinginan tersebut.




Dibuka kelas les privat drum mulai murid usia 7 tahun ke atas.
Jika teman-teman ada yang berminat, silakan mendaftar dengan menghubungi nomor telepon saya, 081515910707 (Nuril Putra).

Posted on Sunday, February 24, 2013 by les drum malang

No comments